CIREBON – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Quran (turunnya wahyu pertama), Masjid Nurul Ikhsan yang berlokasi di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, bekerja sama dengan Yayasan Generasi Al-Quran, menggelar acara khataman Al-Quran 30 juz yang dilaksanakan oleh 15 penghafal Al-Quran (Hafiz dan Hafizah).
Kegiatan ini berlangsung di halaman Masjid Nurul Ikhsan, bertepatan dengan momen sakral bulan Ramadhan.
“Kami dari pengurus Masjid Nurul Ikhsan bersama Yayasan Generasi Al-Quran menyelenggarakan acara yang sangat sakral ini sebagai bentuk syiar Islam dan kecintaan kita kepada kitab suci. Melibatkan para hafiz yang merupakan putra daerah yang menimba ilmu di berbagai penjuru pesantren ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Pendiri Masjid Nurul Ikhsan, Ikhsan Abdullah, Selasa (9/3/2024).
“Mereka adalah alumni yang dulu pernah menghafal Alquran di berbagai pesantren, dan hari ini mereka berkumpul untuk menunjukkan kemampuannya demi memakmurkan masjid,” tambahnya.
Kegiatan yang baru pertama kali digelar di lingkungan desa ini berlangsung secara nonstop. Dimulai sejak pukul 05.00 WIB dini hari, rangkaian lantunan ayat suci bergema hingga menjelang waktu Maghrib, tepatnya pukul 18.00 WIB.
Para peserta yang terlibat merupakan alumni santri pilihan yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz dari berbagai pondok pesantren ternama di Indonesia, di antaranya dari Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Lebak Siu, serta berbagai pesantren lainnya di Pulau Jawa.
Selain menjadi ajang unjuk kemampuan dan menjaga hafalan (murajaah), acara yang mengusung tema sakral ini juga diisi dengan doa bersama untuk bangsa dan umat.
Di sela-sela acara, jamaah dan para santri memanjatkan doa khusus untuk mendoakan saudara-saudara Muslim yang tengah menghadapi konflik di Timur Tengah, agar diberikan ketabahan, kekuatan, dan perlindungan dari Allah SWT.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan acara berbuka puasa bersama yang dihadiri oleh masyarakat sekitar, keluarga besar peserta, serta para simpatisan. Suasana kebersamaan terlihat hangat saat seluruh elemen masyarakat duduk bersama menanti azan Maghrib setelah seharian mendengar lantunan ayat suci.
Dengan suksesnya acara perdana ini, panitia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan di Masjid Nurul Ikhsan untuk terus menghidupkan syiar Al-Quran di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.






